Berita

manmohan singh/net

Dunia

PM India Optimis Kuatkan Nilai Rupee dengan Perbanyak Ekspor

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | 12:12 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Anjloknya nilai tukar mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia saja. India dalam seminggu terakhir juga mengalami hal serupa.

Namun begitu, pemerintah India lebih tenang dalam menghadapi guncangan ekonomi ini. Perdana Menteri India Manmohan Singh bahkan optimis bahwa ketidakstabilan Rupee justru akan memperkuat ekonomi India di masa depan. Diakui Singh bahwa optimisme ini muncul karena pemerintahnya memiliki kapasitas mumpuni dalam menangani masalah ekonomi ini.

"Kami tidak khawatir dihadapkan dengan tantangan besar seperti ini. Karena kami memiliki kapasitas untuk mengatasinya," kata Singh dalam pidatonya di depan parlemen India, sebagaimana dilansir TIME (Sabtu, 30/8).


Dalam kesempatan tersebut, Singh juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengesampingkan kontrol modal untuk menstabilkan Rupee meskipun kalangan analis memiliki ketakutan luas. Dikatakan Singh, cara paling jitu untuk menaikkan kembali nilai tukar Rupee adalah dengan mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan ekspor.

"Jelas kita perlu menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ekspor," kata Singh, yang juga seorang ekonom yang telah membantu India bangkit dari defisit besar pada tahun 1991. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya