Berita

syahganda nainggolan:net

SBY Sudah Kehilangan Mood Pimpin Negeri Ini

RABU, 17 JULI 2013 | 22:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai sudah tidak efektif lagi dalam menjalankan pemerintahan. Kemarahan yang ia tumpahkan kepada anak buahnya pada Sabtu (13/7) lalu juga menunjukkan dia bukan pemimpin yang baik.

"Dia sudah nggak efektif lagi sebagai presiden. Kurang baik pemimpin memarahi," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 17/7).

Saat itu, SBY mengkritik keras anak buahnya terkait lambannya penanganan kenaikan harga daging sapi. SBY juga geram dengan lambannya menteri terkait memberikan informasi terkait kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan.

Menurut Syahganda, yang dikritik SBY itu sebenarnya isu lama. Mestinya, justru SBY bisa antisipasi jauh-jauh hari.

"Sebenarnya soal isu-isu kenaikan harga mestinya sudah bisa diantisipasi sejak lama. Kasus kerusuhan Tanjung Gusta, dan kasus LP secara umum juga bukan isu baru. Mulai dari Lapas Cebongan, Gayus Tambunan, Nazaruddin keluar masuk (penjara)," jelasnya.

Saat ini, dalam hemat Syahganda, SBY sudah terlalu sibuk mengurus partai, terutama jelang pelaksanaan konvensi. Sehingga dia hanya memikirkan siapa yang disiapkan menjadi penggantinya, dibanding mikirin negara. "SBY sudah kehilangan mood untuk memimpin bangsa," tandasnya.

Menurutnya, SBY juga sama saja mengajak para menterinya yang diundang ikut konvensi untuk membesarkan Partai Demokrat. Akhirnya, para menteri itu tidak fokus lagi bekerja. "SBY undang menteri-menteri untuk besarkan partainya, bukan lagi menyukseskan pemerinatahan di akhir masa jabatannya ini," demikian Syahganda. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya