Berita

rusdi kirana:net

Bos Lion Air Diyakini Bisa Jadi Kuda Hitam dalam Konvensi Demokrat

RABU, 17 JULI 2013 | 16:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semakin banyak tokoh luar Partai Demokrat yang diundang ikut konvensi, akan semakin meningkatkan gengsi dan kredibilitas penjaringan calon presiden tersebut. Yang terbaru, bos Lion Air Rusdi Kirana juga disebut-sebut bakal ikut meramaikan hajatan partai binaan SBY itu.

Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq mengungkapkan, sangat positif jika Rusdi Kirana ikut dalam konvensi Demokrat. Dia bahkan dia bisa menjadi kuda hitam.

"Rusdi Kirana akan jadi contoh baik, pengusaha yang setelah membesarkan bisnisnya lalu berpikir untuk membesarkan bangsanya. Keikutsertaan Rusdi Kirana dalam konvensi akan sangat membuat konvensi Demokrat semakin prestisius dan kredibel," jelas Saiful saat dihubungi (Rabu, 17/7).

Saiful Haq tak menampik bahwa Rusdi Kirana adalah sosok pengusaha yang unik. Dia tidak pernah ikut dalam kancah politik karena semua perhatiannya dicurahkan untuk membesarkan Lion Air. "Dalam hal ini dia menjadi salah satu anak bangsa yang diperhitungkan oleh aktor bisnis di kawasan Asia maupun internasional. Rusdi Kirana adalah aset bangsa yang strategis," ungkap Saiful Haq.

Elit Partai Demokrat dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan Rusdi Kirana. Bahkan, pada acara pembekalan seluruh calon anggota legislatif DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi maupun pusat daerah pemilihah Sulawesi Selatan, Mei lalu, Rusdi Kirana tampak hadir. Saat itu, Ketua Harian Partai Demokrat Sjarief Hasan yang memberikan materi pembekalan.

Menurut Saiful Haq, melanjutkan keterangannya, selain banyak tokoh luar Demokrat yang diundang, gengsi dan kredibilitas konvensi tentu saja soal bagaimana penentuan pemenang.

"Tentu kredibilitas konvensi juga sangat ditentukan obyektifitas penilaian pemenang konvensi. Dalam hal ini, SBY menyatakan pemenang tidak ditentukan internal Demokrat, melainkan publik melalui lembaga survei yang kredibel," tandasnya.[zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya