Berita

dahnil anzar simanjuntak:net

Konsumsi Berlebih Kelas Menengah Dorong Inflasi

SELASA, 16 JULI 2013 | 20:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kenaikan harga-harga bahan pokok pada bulan Ramadhan selama ini disebutkan karena faktor permasalahan distribusi yang panjang dan monopoli, kelemahan pengawasan pemerintah dan supply, serta dorongan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Padahal, ada satu hal yang kurang diperhatikan berkaitan dengan kenaikan harga-harga tersebut. Yaitu, pola konsumsi yang meningkat dari masyarakat terutama masyarakat kelas menengah yang mampu.

Ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Rakyat Merdeka Online petang tadi (Selasa, 16/7), mengungkapkan, sejatinya, puasa mengurangi konsumsi. Tapi, fakta yang terjadi sebaliknya. Masyarakat justru meningkatkan konsumsi.

"Peningkatan konsumsi, khususnya kelas menengah yang mampu secara ekonomi inilah yang ikut menjadi pemicu kenaikan harga-harga bahan pokok di pasar. Karena permintaan sangat tinggi, sedangkan supply terbatas atau dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menaikkan harga. Korbannya tentu masyarakat yang tidak mampu yang memiliki daya beli rendah," jelas Dahnil.

Prilaku konsumsi berlebihan kelas menengah ini secara tidak langsung juga merampas daya beli orang orang yang tidak mampu. Karena itu, perlu diimbau kepada masyarakat kelas menengah yang mampu untuk memaknai puasa dengan baik, yakni menahan diri dan berempati terhadap lingkungan sosial khususnya mereka yang miskin, dengan mengurangi konsumsi saat Ramadhan.

"Hal ini dengan sendirinya juga berkontribusi untuk menstabilkan harga. Sebaliknya konsumsi berlebihan akan mengkerek harga-harga naik, dan mengorbankan mereka yang memiliki daya beli lemah," tandas pengajar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya