Berita

Jeffrie geovanie:net

Demokrat Tahu Jokowi Ogah Ikut Konvensi

SELASA, 16 JULI 2013 | 15:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diyakini tidak akan mau mengikuti konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat. Karena dia merupakan kader tulen PDI Perjuangan.

"Jokowi menurut saya tidak akan ikut konvensi capres Demokrat. Karena Jokowi kader tulen PDIP," ujar Board of Advisor, Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa, (16/7).

Sejalan dengan itu, Jeffrie, orang yang pertama kali menyarankan partai politik menggelar konvensi jelang 2014, yakni Demokrat juga tidak akan mengundang mantan Walikota Solo itu. "Dugaan saya nggak mungkin Demokrat mengundang," sambung founder The Indonesian Institute ini.

Alasannya, seperti yang diungkap Jeffrie di atas. "Demokrat sangat tahu Jokowi tidak akan bersedia. Karena itu komite konvensi tidak akan mengundang Jokowi," tandasnya.

Tapi Jeffrie yakin Jokowi akan maju sebagai capres pada 2014 mendatang, meski sampai saat ini masih belum memberikan sinyal. Karena, Jeffrie memprediksi jutaan orang Indonesia akan memaksa Jokowi untuk bersedia menjadi capres 2014. Dukungan itu disampaikan secara bergelombang alamiah selambat-lambatnya November tahun ini.

Sementara itu, soal kabar undangan dari Demokrat ini sendiri, Jokowi sudah menegaskan akan menolak karena dia kader partai berlambang kepala banteng pimpinan Megawati Soekarnoputri. "Pengurus Demokrat mestinya tahu itu," katanya tempo hari. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya