Berita

Tantowi Yahya:net

Tak hanya dengan PDIP, Golkar Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

SABTU, 13 JULI 2013 | 23:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jurubicara DPP Partai Golkar Tantowi Yahya membantah pihaknya sudah membangun komunikasi intensif dengan PDI Perjuangan terkait penjajakan koalisi.

"Nggak tuh. Itu kan cuman silaturrahmi politik biasa. Artinya tidak semata-mata dengan PDIP," ujar Tantowi kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Sabtu, 13/7).

Jumat kemarin, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani membenarkan partainya tengah menjalin komunikasi serius dengan Partai Golkar. Meski, Puan belum mau buka-bukaan apa saja yang sudah dibahas, termasuk soal kemungkinan berkoalisi.

Soal kemungkinan koalisi, sambung Tantowi, Golkar menjajaki ke semua partai. Karena bagi Golkar, kalaupun berhasil melampui angka presidential threshold yaitu 30 persen kursi di DPR dan bisa mencalonkan sendiri, tetap akan berkoalisi.

"Karena makna koalisi itu adalah memperkuat sistem presidential dan memperkuat posisi kita di parlemen. Akan ideal kalau (koalisi) dibangun berdasarkan kesamaan ideologi. Kalau itu sudah sama, visi-misi akan sama pula," jelas Tantowi.

Namun, katanya lagi, sampai saat ini belum jelas akan bergandengan dengan partai mana. Karena masih menunggu hasil pemilihan legislatif. Jawaban sama juga ia ungkapkan saat ditanya penilaian banyak kalangan lebih baik pemerintahan mendatang cukup diperkuat dua partai besar.

"Ya, itu kembali lagi berapa perolehan partai-partai yang sekarang. Misalnya Golkar dapat 30 persen, PDIP 20-25 persen. Ya cukup. Tapi terlalu pagi mengatakan itu," tandas anggota Komisi I DPR ini.[zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya