Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Penjaga Perdamaian PBB Asal Ethiopia Tewas di Perbatasan Sudan

SABTU, 15 JUNI 2013 | 17:06 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Seorang penjaga perdamaian PBB tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka pada Jumat (14/6) dalam penembakan yang menargetkan markas logistik PBB di Abyei, sebuah wilayah yang masih menjadi sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan.

Sebagaimana yang dilansir Associated Press (Sabtu, 15/6), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon dan Dewan Keamanan PBB segera mengutuk serangan tersebut. Mereka mengatakan tentara yang tewas dan terluka berasal dari Ethiopia. Mereka juga telah mengirim ucapan belasungkawa kepada keluarga para korban dan pemerintah Ethiopia.

Ban mendesak pemerintah Sudan dan SPLM-Utara, sebuah kelompok pemberontak yang didukung oleh pasukan pemerintah Sudan Selatan, untuk segera menghentikan permusuhan dan melanjutkan perundingan gencatan senjata.


Dewan Keamanan juga telah menyerukan pemerintah Sudan untuk segera menyelidiki insiden tersebut dan membawa para pelaku ke pengadilan.

Pada 29 Mei lalu, DK PBB telah mengirim 1.100 penjaga perdamaian tambahan ke Abyei guna meningkatkan kekuatan lebih dari 5.300 tentara yang telah ada, dan menuntut Sudan untuk menarik tentaranya dari daerah-daerah. [ian]

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya