Berita

ist

Dunia

Empat Anggota Abu Sayyaf dan Tujuh Tentara Filipina Tewas dalam Baku Tembak

SABTU, 25 MEI 2013 | 17:39 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Setidaknya tujuh anggota pasukan marinir Filipina dan empat anggota pasukan militan separatis Abu Sayyaf tewas dalam bentrokan hari ini.

Juru bicara militer Filipina, Brigjen Domingo Tutaan, mengatakan, sembilan marinir dan sekitar sepuluh pejuang Abu Sayyaf juga terluka dalam baku tembak yang berlangsung selama satu jam di sebuah desa yang jarang penduduknya, di pinggiran kota pesisir Patikul, Provinsi Sulu.

Bentrokan ini terjadi saat militer Filipina melakukan penangkapan terhadap anggota kelompok militan Abu Sayyaf yang dipimpin oleh Julaswan Sawadjaan atas tuduhan penculikan dan menyabotase proyek jalan di Filipina Selatan.


Dilansir Associated Press (Sabtu, 25/5), komandan militer Sulu, Jose Cenabre, mengatakan, seorang anak dari Sawadjaan tewas dalam baku tembak.

Kelompok militan tersebut belum lama ini juga menculik dua orang pegawai pemerintah yang sedang bekerja pada sebuah proyek jalan di Patikul.

Namun, penculikan yang dilakukan kelompok militan Abu Sayyaf beberapa tahun terakhir jauh lebih sedikit dibandingkan pada awal 2000-an, di mana kelompok ini memiliki banyak ikatan yang kuat dengan organisasi teroris termasuk Jamaah Islamiyah yang berbasis di Indonesia. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya