Berita

Dmitry Medvedev/ist

Rusia Batasi Arus Migrasi untuk Jaga Stabilitas Sosial

RABU, 22 MEI 2013 | 11:00 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Untuk menjaga keamanan dan stabilitas sosial, pemerintah Rusia merasa perlu memantau dan mengontrol arus pekerja migran.

"Kita perlu tahu siapa yang datang ke negara kita," kata Perdana Menteri Dmitry Medvedev dalam sebuah wawancara seperti yang dilansir People's Daily Online (Rabu, 22/5).

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan sanitasi terhadap masalah ekonomi dan keamanan.


Medvedev mengakui bahwa Rusia butuh tenaga kerja tambahan dari negara lain. Namun ia mengatakan bahwa semua pendatang baru harus menghormati aturan, hukum, dan tradisi Rusia.

Ia juga menegaskan bahwa perekonomian Rusia masih dalam taraf stabil meskipun berada ditengah krisis ekonomi global.

"Semuanya lebih atau kurang dapat diterima. Namun kita masih perlu pertumbuhan kualitas yang lebih baik," kata Medvedev, sambil mengatakan bahwa pemerintahnya menganggap cara ini dilakukan untuk menghindari resesi.

"Dalam hal ini hal yang paling penting adalah menciptakan sebuah sistem yang akan memantau proses migrasi," lanjutnya. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya