Berita

Dmitry Medvedev/ist

Rusia Batasi Arus Migrasi untuk Jaga Stabilitas Sosial

RABU, 22 MEI 2013 | 11:00 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Untuk menjaga keamanan dan stabilitas sosial, pemerintah Rusia merasa perlu memantau dan mengontrol arus pekerja migran.

"Kita perlu tahu siapa yang datang ke negara kita," kata Perdana Menteri Dmitry Medvedev dalam sebuah wawancara seperti yang dilansir People's Daily Online (Rabu, 22/5).

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan sanitasi terhadap masalah ekonomi dan keamanan.


Medvedev mengakui bahwa Rusia butuh tenaga kerja tambahan dari negara lain. Namun ia mengatakan bahwa semua pendatang baru harus menghormati aturan, hukum, dan tradisi Rusia.

Ia juga menegaskan bahwa perekonomian Rusia masih dalam taraf stabil meskipun berada ditengah krisis ekonomi global.

"Semuanya lebih atau kurang dapat diterima. Namun kita masih perlu pertumbuhan kualitas yang lebih baik," kata Medvedev, sambil mengatakan bahwa pemerintahnya menganggap cara ini dilakukan untuk menghindari resesi.

"Dalam hal ini hal yang paling penting adalah menciptakan sebuah sistem yang akan memantau proses migrasi," lanjutnya. [ysa]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya