Berita

Mengapa Banyak Bangkai Pesawat di Bandara Kazan

MINGGU, 12 MEI 2013 | 12:32 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Republik Tatarstan tengah berbenah untuk menjadi salah satu tujuan wisata utama di Federasi Rusia. Sejauh ini negeri yang dipimpin Presiden Rustam Minnikhanov yang berkuasa sejak Agustus 2010 itu tampaknya berhasil menarik turis domestik dari negeri-negeri atau subjek federal Federasi Rusia lainnya, juga dari beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.

Tatarstan juga berhasil menarik perhatian investasi asing, termasuk dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.

Tatarstan terletak di tengah Federasi Rusia, berbatasan dengan Republik Udmurtia dan Republik Chelyabinsk di timur, dengan Republik Chusavia dan Republik Mari El di utara, dengan Oblast Ulyanovsk dan Oblast Samara di barat, serta Oblast Bashkortosan di selatan.


Bila Anda mengunjungi Tatarstan hari-hari ini, Anda dapat menyaksikan begitu banyak proyek pembangunan pusat wisata yang sedang dilakukan. Di areal bekas kota Bolgar sekitar 2,5 jam perjalanan darat dari ibukota Tatarstan, Kazan, ke arah selatan menyusuri sungai Volga yang indah hingga ke pertemuan dengan sungai Kama, misalnya. Di tempat itu, pemerintah membangun museum terbuka yang memperlihatkan kemajuan peradaban Tatarstan di era Volga-Bulgaria antara abad ke-9 hingga ke-13, sebelum dihancurkan pasukan Mongol.

Di saat bersamaan eskavasi arkeologi di tempat itu terus dilakukan. Sebuah museum khusus denganb kubah berwarna kuning emas yang berkilauan terang sekali dibangun di tepi sungai Volga untuk menyimpan benda-benda yang ditemukan dalam eskavasi, selain kopi Al Quran terbesar di dunia yang diproduksi di masa modern ini.

Begitu juga dengan Sviyazhsk, sebuah bukit yang sejak beberapa ratus tahun terakhir digenangi air sehingga tampak seperti pulau sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kazan. Tsar Rusia Iban IV mengubah bukit sebagai pemukiman pertama Rusia yang juga dijadikan benteng pertahanan dalam upaya merebut Kazan di pertengahan abad ke-16.

Di tengah kota Kazan pembangunan berbagai proyek infrastruktur juga sedang dilakukan, terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan olimpiade mahasiswa sedunia di musim panas tahun ini, yang dikenal dengan nama Universiade 2013. Kazan adalah kota kedua di Federasi Rusia yang mendapatkan penghormatan sebagai tuan rumah ajang bergengsi itu setelah Moskow di tahun 1973. Diperkirakan sekitar 13 ribu atlet dari 170 negara akan bertanding dalam berbagai cabang olahraga.

Yang sedikit mengganjal mata saat pertama kali tiba di Republik Tatarstan adalah deretan bangkai pesawat di sekitar runway bandara Kazan. Mulai dari yang tampak luar masih utuh sampai yang sudah hanya tinggal berupa potong-potongan bagian pesawat. Bangkai-bangkai pesawat ini diparkir dan diletakkan di atas lapangan rumput di sekitar landasan pacu hingga ke peron keberangkatan dan kedatangan.

Deputi Menteri Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Sergey Ivanov, tersenyum lebar saat mendengarkan opini tentang pemandangan bangkai pesawat yang bagi sebagian orang cukup "mengerikan" itu.

Dia meminta maaf, dan mengatakan bahwa pemerintah Tatarstan sama sekali tidak bermaksud membuat takut wisatawan yang mengunjungi negaranya.

Penyebab utama kejadian ini, sebutnya, karena renovasi besar-besaran bandara Kazan belum selesai.

"Kami tidak punya tempat untuk meletakkan benda-benda itu karena seperti yang ada lihat sendiri renovasi bandara sedang dilakukan," ujarnya dalam pembicaraan dengan sejumlah jurnalis Indonesia yang berkunjung ke kantornya tiga hari lalu (Kamis, 9/5).

Diharapkan renovasi bandara selesai dilakukan pada bulan Juli menjelang pelaksanaan Universiade 2013.

"Mungkin kami perlu mengecat (bangkai pesawat) dengan warna bunga agar tidak terlihat (sebagai bangkai pesawat)," katanya bercanda.

Kazan adalah salah satu subjek federal Federasi Rusia yang memiliki industri pesawat terbang. Produsen pesawat Tupolev yang didirikan di Moskow tahun 1927 pindah ke Tatarstan pada bulan November 1941 tak lama setelah pasukan Nazi Jerman memasuki perbatasan Uni Soviet. Sejak berdiri sampai kini Kazan Aircraft Production Association (KAPO) telah memproduksi sekitar 18 ribu pesawat dengan 34 tipe.

Saat ini KAPO memproduksi pesawat penumpang Tu-214 dan pesawat pengebom Tu-160. Tupolev juga sedang memulai produksi pesawat Tu-334 untuk mendukung transportasi udara di kawasan itu dan pesawat pengangkut barang Tu-330. KAPO juga disebutkan tengah mempersiaplan generasi baru pesawat pengebom PAK-DA.

Tahun lalu Kementerian Industri dan Perdagangan yang dipimpin Denis Manturov menggelar pameran industri pesawat terbang berksala internasional di Tatarstan.

Universitas Negeri Kazan juga memiliki fakultas yang mengajarkan disiplin ilmu dan teknik aviasi. Seorang mahasiswi Indonesia, Syiki Mursyid dari Jakarta, kini sedang menuntut ilmu di jurusan itu. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya