Berita

Dunia

Struktur Misterius Kembali Ditemukan, Kali Ini di Dasar Danau Purba, Beratnya Mungkin 60 Ribu Ton

MINGGU, 05 MEI 2013 | 10:32 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Indonesia sedang digegerkan oleh hasil penelitian sejumlah ahli yang untuk sementara menyimpulkan bahwa di bawah situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, terdapat bangunan yang tidak dibuat alam yang usianya biasa mencapai 20 ribu tahun.

Ternyata bukan hanya Indonesia yang sedang digegerkan penemuan peninggalan peradaban kuno. Di Israel hal serupa juga sedang terjadi.

Sebuah struktur misterius berbentuk lingkaran dan diameter yang lebih panjang dari bentangan sayap Boeing 747 telah ditemukan terbenam sekitar 9 meter di dasar Laut Galilee di Israel.


Benda misterius ini ditemukan pertama kali 10 tahun lalu. Tetapi baru belakangan ini para ahli mempublikasikan penemuan itu.

Seorang geofisikawan dari Universitas Tel Aviv, Shmuel Marco, kepada CNN mengatakan bahwa citra benda misterius itu awalnya ditangkap gelombang sonar.

"Kami terkejut menemukan benda besar ini. Awalnya kami tidak mengerti apa kegunaannya. Tapi kami sudah konsultasikan dengan arkeolog dan mereka mengatakan bahwa sepertinya benda ini adalah patung dari Zaman Bronze yang tidak biasa," ujar Marco.

Struktur benda ini terdiri dari batu basal yang berbentuk cone. Pondasinya sepanjang 70 meter sementara tingginya 10 meter. Diperkirakan beratnya 60 ribu ton!

Benda ini disebutkan berukuran dua kali lebih besar dari Stonehenge di Inggris.

Menurut Marco, dari ukuran dan lokasi ditemukan dapat disimpulkan, antara lain, bahwa benda raksasa itu dibuat di bawah permukaan air dan berfungsi sebagai tempat pembibitan ikan. Namun arkeolog memperkirakan benda besar itu dibuat di atas tanah kering dan kemudian terbenam ke dasar laut.

"Dari perspektif geofisika hal ini penting bagi sejarah danau ini, karena berarti tinggi permukaan air pernah lebih rendah dari saat ini," ujar Marco lagi.

Arkeolog Yitzhak Paz yang memimpin penelitian mengatakan, keberadaan benda itu di bawah permukaan air membuat sulit penelitian lebih lanjut. Dibutuhkan dukungan finansial yang tidak kecil untuk mengangkatnya ke permukaan.

Dia juga mengatakan, mereka memperkirakan benda itu berusia antara 2.000 hingga 12.000 tahun. Perkiraan ini diperoleh dari pengkajian terhadap usia endapan pasir yang menutupinya. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya