Berita

BOM BOSTON/REUTERS

Olahraga

BOM BOSTON

Berkas Tuduhan Untuk Dzhokar Diajukan Pekan Depan

SENIN, 22 APRIL 2013 | 17:44 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Federal Amerika Serikat tengah sibuk mempersiapkan berkas tuduhan terhadap Dzhokar Tsarnaev, tersangka pemboman Boston Marathon yang saat ini masih harus berjuang untuk hidup di sebuah rumah sakit.

Dzhokar (19), yang ditangkap pada Jumat (19/4) malam, mengalami cedera serius ditenggorokan akibat terkena peluru petugas.

Pemerintah federal AS mengatakan berkas tuduhan terhadap Dzhokar bisa diajukan awal pekan depan oleh Jaksa Agung. Kapolda Boston, Ed Davis mengatakan bahwa tersangka belum bisa diinterogasi pada saat ini.


"Dia mengalami kemajuan, meskipun masih belum bisa diinterogasi. Kami memantau perkembangannya (kesehatan) dengan hati-hati," katanya.

Sementara seorang pejabat federal mengungkapkan, Dzhokar mulai menanggapi pertanyaan dari penyidik meskipun tenggorokannya luka serius dan belum diizinkan untuk berbicara.

"Dia menanggapi pertanyaan terutama dengan menulis karena luka tenggorokannya," lanjut pria yang enggan disebut namanya itu, seperti dikutip NBC News, Senin (22/4).[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya