Berita

Dunia

Human Rights Watch Tuduh Myanmar dan Biksu Kampanye Pembersihan Kaum Muslim

SENIN, 22 APRIL 2013 | 12:58 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Lembaga pemantau hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), menuduh pihak berwenang Myanmar, termasuk para biksu Buddha senior, melakukan kampanye pembersihan etnis terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Sebagaimana dilansir ABC News (Senin, 22/4), HRW menjelaskan, serangkaian serangan berdarah tahun lalu yang menewaskan ratusan orang dan memaksa 125.000 orang mengungsi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Organisasi yang berbasis di New York ini mengatakan bahwa etnis Rakhine yang memiliki partai politik yang kuat di negara bagian Rakhine Barat, bersama dengan para biksu senior Buddhis, telah mendorong serangan terkoordinasi terhadap lingkungan Muslim.


HRW menambahkan, pasukan keamanan negara kadang-kadang juga turut
campur tangan untuk melindungi Muslim yang melarikan diri. Mereka
lebih sering diam berdiri dengan tenang atau malah berpartisipasi langsung saat serangan berlangsung.

Bentrokan kelompok minoritas Muslim Rohingya dengan kelompok Budha
Rakhine di wilayah Rakhine Barat, Myanmar sudah terjadi sejak Burma, nama lain Myanmar, mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada 1948.

Hingga saat ini, pemerintah Myanmar menganggap lebih dari 800 ribu
warga Rohingya sebagai imigran gelap. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya