Berita

ilustrasi

Para Gubernur Mestinya jangan Asal Setuju Kenaikan harga BBM

RABU, 17 APRIL 2013 | 13:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Persetejuan para gubernur akan rencana pemerintah menaikkan harga premium dan solar mobil pribadi dari Rp 4500 per liter menjadi Rp 6000 sampai Rp 7000 Mei mendatang disayangkan.

Pemerintah kemarin mensosialisasikan rencana pemberlakuan dua harga BBM kepada gubernur se-Indonesia di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Artinya gubernur-gubernur kurang mengkritisi data yang tersaji terkait BBM. Di APBN, neraca BBM masih surplus," ujar anggota DPR dari PDIP Prof. Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 17/6).


Menurut Hendrawan, para gubernur itu juga tidak boleh abai alias tutup mata bahwa sebenarnya pemerintah menaikkan harga BBM dengan mengacu pada harga minyak internasional.

"Sementara pendapatan kita dengan negara yang diacu itu, misalnya dengan Singapura, pendapatan kita kan 1/10-nya. Masak kita membayar barang yang harganya sama dengan negara yang pendapatannya 10 kali lipat. Ini konsekuensi pasar bebas yang memastikan," kesalnya.

Bagaimana dengan gubernur dari PDIP?

"Gubernur-gubernur kami pasti mengkritisi lah. Karena partai kami punya politik ekonomi yang jelas," jawabnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya