ilustrasi
ilustrasi
Hal itu disampaikan anggota DPR dari PDI Perjuangan Prof. Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 17/4).
"Pertama, harga keekonomian bensin. Itu masih penuh perdebatan disitu. Kedua, soal neraca Migas. Karena bagaimana kita mengatakan subsidi, tapi kenyataannya dalam APBN neraca Migas itu selalu surplus. Artinya, sebenarnya harga keekonomian harga bensin, salah satu komponen dari Migas, tidak dalam pengertian disubsidi," jelasnya.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Jumat, 25 September 2026 | 22:39
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 27 September 2026 | 11:44
Sabtu, 26 September 2026 | 02:36
Kamis, 24 September 2026 | 20:07
UPDATE
Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43
Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15
Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43
Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20
Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18
Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33
Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06
Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42
Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31
Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03