Berita

prof. din syamsuddin

Prof. Din Syamsudin Kecam Pemboman di Boston, Amerika

SELASA, 16 APRIL 2013 | 13:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin mengecam aksi pemboman di Boston, Amerika, Senin petang waktu setempat. Peristiwa yang menewaskan 3 orang dan melukai puluhan lainnya itu adalah tindakan tidak bertanggungjawab.

Prof. Din mengungkapkan itu usai mengikuti diskusi tentang toleransi di kantor CDCC, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4). Hadir sebagai pembicara, Dubes Norwegia, Stig Traavic.

"Tentu saja tindakan itu (pemboman) sangat tidak bertanggungjawab, dan kami mengecam hal itu. Siapapun dan atas nama apapun, tindakan kekerasan seperti mengebom tidak dibenarkan," papar Din.


Lebih lanjut, menurut Din, terorisme hingga saat ini menjadi musuh bersama. Tapi, harus dilawan dengan cara-cara beradab tanpa menimbulkan korban dan permusuhan baru.

Pihaknya berharap, kejadian di Boston tidak dikaitkan dengan agama tertentu, karena hingga saat ini pun belum diketahui pelaku dan apa motifnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya