Berita

yenny wahid

Prof. Mubarok: Demokrat Kurang Responsif, Yenny Wahid Tak Sabaran

SELASA, 16 APRIL 2013 | 12:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat dinilai kurang cepat dalam merespon keinginan Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid untuk bergabung.

"Kan struktur baru belum keluar," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Prof. Ahmad Mubarok kepada Rakyat Merdeka Onine sesaat lalu (Selasa, 16/4).

Sementara Yenny Wahid sendiri butuh kepastian karena sudah lama isu bergabungnya putri almarhum Gus Dur ke partai besutan SBY itu berhembus di masyarakat.


Mubarok tak menampik, saat ini ada perdebatan di internal Partai Demokrat terkait posisi yang akan diduduki Yenny kalau bergabung.
 
"Itu kan pilihannya, apakah dia wakil ketua umum, apakah ketua pemenangan pemilu. Kalau saya mengatakan, tidak cocok pemenangan pemilu. Dia cocoknya wakil ketua umum. Tapi saya tidak tahu pertimbangan formatur. Tapi itu belum selesai," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya