Berita

Patrice Rio Capella

Sekjen Nasdem: Konvensi untuk Naikkan Citra Terkesan Manipulatif

SELASA, 16 APRIL 2013 | 06:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Beberapa partai belakangan ini mulai mewacanakan akan menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden dan calon wakil presiden. Tapi, pelaksanaan konvensi ini dinilai hanya berdasarkan pertimbangan pragmatis belaka.

Sekjen DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella menilai wacana konvensi yang akan digelar beberapa partai terkesan tidak jujur dan manipulatif. Karena konvensi itu hanya bagian dari kampanye untuk menaikkan popularitas partai dan mencari capres karena partai tak punya kader yang layak untuk diusung di Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Konvensi di kita ini juga masih berpura-pura saja. Konvensi masih di antara partai. Harusnya konvensi ini terbuka melibatkan konstituen yang ditunjuk. Kalau itu terjadi, hakikat konvensi sudah bergeser. Kita tidak tertarik dengan konvensi yang seperti itu," ujar Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.


Dia juga menilai, konvensi di Indonesia belum terlembaga dalam sebuah partai. Artinya, konvensi itu belum menjadi platform. Karena itu, pada periode berikutnya, bisa saja partai tersebut tidak menggelar konvensi lagi.

"Jadi tidak konsiten. Beda dengan di Amerika Serikat polanya memang konvensi. Itu rulenya begitu. Kita setuju saja konvensi itu. Tapi konvensi itu sudah menjadi platform partai. Ketika periode berikutnya tidak dihapus," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya