Berita

anas urbaningrum

Anas Urbaningrum: Jangan Sampai Siswa jadi Korban Penundaan UN

SENIN, 15 APRIL 2013 | 07:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) SLTA di 11 provinsi di zona III yang sedianya digelar hari ini tertunda karena persoalan teknis.

11 provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulsel, Gorontalo.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kicauannya pagi ini juga turut mengomentari penundaan UN tersebut. Menurutnya, kejadian ini pasti akan menambah bahan perdebatan tentang perlu tidaknya UN digelar.


"Karena itu, keterlambatan distribusi naskah UN mustinya tidak terjadi, jika persiapannya matang," katanya dalam kicauannya di akun Twittternya, @anasurbaningrum dengan hastag #ujiannasional pagi ini (Senin, 15/4).

Menurutnya, keterlembatan logistik ini harus menjadi perhatian serius. Dia mengingatkan, jangan sampai tingkat keberhasilan siswa menurun karena tambah stress menunggu jadwal UN yang telat.

"Prinsipnya adalah jangan sampai para siswa mjd korban dari penundaan. Ini yg musti mjd fokus Pemerintah," sambungnya.

Tapi dia yakin akan ditemukan solusi atas penundaan UN tersebut.  "Yang saya tahu adalah Pak Nuh (Mendikbud) orang baik. Semoga ada solusi atas kejadian ini. Setiap masalah ada jawabannya," ungkapnya.

Sementara untuk pelajar yang hari ini mengikuti UN, Anas mengucapkan selamat. "Untuk adik-adik yg UN, selamat ujian. Berangkat dng optimis dan doa. Insyaallah lancar dan sukses. Amin." [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya