Berita

Gelar Konvensi, PPP Ingin Transparan dalam Menentukan Capres

JUMAT, 12 APRIL 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyayangkan kritik yang disampaikan pengamat terkait rencana pelaksanaan konvensi untuk menjaring calon presiden dan calon wakil presiden.

Partai berlambang kabah ini tetap akan melakukan perobahan dalam rekruitmen calon pemimpin lewat konvensi.

"Kebijakan konvensi ini menegaskan bahwa PPP dalam posisi ingin melakukan sebuah mekanisme rekruitmen yang lebih baik dan transparan," ujar Jurubicara PPP M. Arwani Thomafi dalam pesan singkatnya (Jumat, 12/4).


Arwani menjelaskan, salah satu problem yang selalu disinggung dalam penguatan demokrasi di Tanah Air adalah soal kualitas rekruitmen kader dan kepemimpinan dalam parpol.

"Jika ada upaya untuk mengimplementasikan satu kebijakan yang semakin mendorong ke arah transparansi dan peningkatan kualitas dalam rekruitmen kepemimpinan, harusnya diberikan satu apresiasi," ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menilai PPP hanya mencari perhatian orang saja. Lewat konvensi, PPP berupaya mengarahkan opini publik seolah mereka adalah partai-partai yang terbuka terhadap publik.

Sementara itu, pengamat politik senior dari Universitas Indonesi, Arbi Sanit, mengungkapkan wacana konvensi PPP hanya main-main dan tidak serius. Sebab, perolehan partai tersebut diyakini belum memenuhi syarat untuk mengusung capres sendirian.

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitutsi Mahfud MD mengaku belum memutuskan apakah akan ikut ikut konvensi PPP. "Saya masih menganalisis dan menghitung peluang secara komprehensif," katanya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya