Berita

Sambut Hari Kartini, LKC Dompet Dhuafa Berikan 1001 Kacamata Untuk Perempuan Indonesia

JUMAT, 12 APRIL 2013 | 08:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam rangka memperingati Hari Kartini tanggal 21 April 2013 mendatang, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa mengadakan kegiatan skrining massal pemeriksaan mata dan pemberian 1001 kacamata untuk perempuan Indonesia.

Program yang berlangsung 18 Maret hingga 5 April 2013 ini bekerjasama dengan mitra Dompet Dhuafa, yaitu Yayasan Indo Care,  IROPIN (Ikatan Refraksionis Optisean Indonesia) dan didukung oleh Matahari Dept Store.

"Puncak acara akan dilakukan penyerahan kacamata dan pemberian bantuan dari donatur di RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa pada 21 April 2013,” kata Manager Pelayanan Medik dr. Yeni Pernama Sari di Gedung LKC Dompet Dhuafa Ciputat.


Dokter Yeni menyebutkan penerima manfaat program terdiri dari 60 % pelajar perempuan, 30 %  ibu dan perempuan dewasa, 10 % perempuan lanjut usia.

“Semuanya adalah perempuan Indonesia yang secara ekonomi tidak mampu tapi perlu dukungan untuk tetap berdaya dengan memperbaiki ketajaman penglihatan melalui pemberian kacamata,” ungkapnya.

Selama program ini berlangsung, lanjutnya, telah dilaksanakan di 5 titik wilayah di 3 provinsi , yaitu wilayah Ciputat dan Serang  Propinsi Banten, wilayah Tambun Bekasi dan Bogor Propinsi Jawa barat dan wilayah  Jati Pulo Palmerah, Jakarta Barat Propinsi DKI Jakarta.

Sementara itu Ketua Umum Pusat IROPIN Dian Leila Sari, Amd.RO,S.Pd.,M.Kes mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan para sponsor yang telah melibatkan organisasinya untuk turut serta membantu masyarakat dhuafa.

“Kegiatan sosial ini sebenarnya untuk di profesi kami sudah sering kami ikutkan,  tujuannya adalah melakukan satu pelayanan refraksi dan optisi,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa IROPIN adalah satu organisasi profesi yang membawahi para anggotanya yang mempunyai kriteria sebagai refaksionis optisien dengan latar belakang pendidikan D3.

“Untuk saat ini ada 10 akademi refraksi optisi di Indonesia, dan mereka yang menjadi refraksi optisien untuk saat ini memiliki latar pendidikan D3,” terangnya.

Ia juga menjelaskan aktifitas pelayanan refraksi yang dilakukan berupa memberikan koreksi kepada para pasien yang mempunyai kelainan tajam penglihatan hingga membantu menentukan ukuran kacamata.

“Kami ikut membantu dalam pengelolaan dan pembuatan lensa kacamata dimana lensa kacamata yang akan diberikan adalah lensa kacamata koreksi  untuk mengkoreksi seberapa buruk tajam penglihatan,” ungkapnya.

Sehingga setelah mendapatkan lensa koreksi, jelasnya melanjutkan, mereka yang mempunyai kelainan refraksi kembali mencapai penglihatan yang optimal yaitu 6/6.

Ia berharap partisipasi yang diberikan oleh organisasinya dapat memberikan manfaat. “Semoga kedepannya semua masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan refraksi optisi sehingga semua masyarakat indonesia tidak ada lagi kelainan refraksi,” imbuhnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya