Berita

jeffrie geovanie

PPP Gelar Konvensi, Jangan Terlalu Cepat Divonis Negatif

JUMAT, 12 APRIL 2013 | 06:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rencana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar konvensi untuk menjaring calon presiden dan calon wakil presiden diapresiasi.

"Bagus dan pantas diberikan apresiasi. Tidak perlu dikhawatirkan," ujar board of advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jeffrie Geovanie kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 12/4).

Dalam catatan redaksi, Jeffrie Geovanie adalah orang pertama belakangan ini yang mengusulkan agar partai-partai menggelar konvensi. Keuntungan konvensi, menurut dia sebelumnya, selain bisa meningatkan elektabilitas partai, juga memberi kesempatan kepada capres alternatif.


Sehari setelah Jeffrie mengusulkan partai menerapkan hal tersebut pada Jumat (5/4) lalu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY Sabtu malam (6/4) kemudian menyampaikan bahwa partainya akan menggelar konvensi.

Karena itu, melanjutkan keterangannya, Jeffrie tak sepakat rencana PPP yang akan menggelar konvensi tersebut langsung ditanggapi negatif.

Misalnya, PPP dituding hanya cari perhatian atau terkesan memaksakan karena bila berkaca pada Pemilu 2009 tidak bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendiri.

"Jangan terlalu cepat memberikan penilaian atas inisiatif yang baik. Sebaiknya kita tunggu saja mekanisme dan tata cara konvensi capres ala PPP. Baru setelah itu kita bisa menilai baik dan buruknya," demikian Jeffrie. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya