Berita

sby

Kader Demokrat Berharap Kritik Pengamat kepada SBY Tidak Berlebihan

KAMIS, 11 APRIL 2013 | 08:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kader Partai Demokrat semakin optimis dalam menatap Pemilu 2014. Karena kepercayaan rakyat mulai pulih sejak SBY mengambil alih dan saat ini menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

"Pengamat boleh saja mengkritik Pak SBY menjadi Ketua Umum. Namun fakta yang terjadi dimasyarakat bawah adalah, mulai munculnya tanda-tanda kepulihan kepercayaan masyarakat kepada Partai Demokrat pasca Pak SBY menjadi Ketum Demokrat. Ini tentu sesuatu yang mengembirakan," kata Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi (Kamis, 11/4).

Mulyadi mengibaratkan Partai Demokrat sebuah kendaraan yang sudah menghidupkan mesin turbo sehingga siap melaju dengan kencang menghadapi pemilu 2014. Terlebih dengan ketulusan SBY memimpin Partai Demokrat siap mengambil resiko dikritik.


"Ini adalah wujud pengorbanan yang ikhlas dari seorang pemimpin sejati, demi kepentingan orang banyak yang bernaung di rumah Demokrat," ungkapnya.

"Kalau Pak SBY mau aman, walaupun didesak oleh seluruh kader, Pak SBY bisa saja tidak bersedia menerima jabatan Ketua Umum tersebut. Tetapi demi kecintaan beliau kepada partai dan kita semua khususnya para kader Demokrat, siap berkorban," kata pengurus harian DPP Partai Demokrat ini.

Karena itu, dia berharap kritik yang disampaikan pengamat kepada SBY disampaikan secara profesional jangan berlebihan. "Karena kami sebagai kader Demokrat yang lebih memahami persoalan kami. Bukan orang lain," tegas Mulyadi.

Demokrat juga, kata Mulyadi, tidak mau lagi menari di atas gendang orang lain. Karena Demokrat saat ini solid di bawah kepemimpinan SBY, tokoh pemersatu.  [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya