Berita

ilustrasi/ist

Politik

Jangan Pahami Kritikan Masyarakat Upaya Dongkel SBY

KAMIS, 14 MARET 2013 | 21:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto tidak yakin saat ini ada gerakan serius melengserkan Presiden SBY.

"Saya tidak melihat itu," kata dia dalam diskusi di Metro TV, Kamis malam (14/3). Dia yakin, kritik yang disampaikan sejumlah kelompok kritis masyarakat kepada pemerintahan saat ini masih dalam koridor demokrasi.

Boleh saja SBY menerima data intelijen bahwa ada gerakan mengacaukan pemerintahan. Tapi, kata Endriartono, kalau memang data itu benar maka SBY tidak perlu mengkomunikasikannya kapada para jenderal purnawirawan dengan mengundang mereka ke Istana.


"Presiden punya aparat intelijen, aparat kepolisian dan aparat TNI, tinggal sejauh mana kelompok yang memang punya rencana menggulingkan beliau tadi sudah melakukan hal yang tidak konstitusional dan terkategorikan melanggar hukum. Kan aparat hukumnya tinggal digunakan," katanya.

Dia setuju menurunkan presiden dengan cara-cara inkonstitusional tidak bisa dibenarkan dan karenanya perlu ditindak secara hukum. Tapi jangan juga kelompok-kelompok masyarakat yang saat ini rajin mengeritik pemerintah SBY diartikan berlebihan sebagai kelompok yang ingin makar.

"Jangan itu diartikan upaya untuk mendongkel, menjatuhkan presiden secara inkonstitusional," katanya. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya