Berita

ist

Dunia

Ribuan Warga Jepang Tolak Pengoperasian Kembali Reaktor Nuklir

MINGGU, 10 MARET 2013 | 14:19 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Ribuan orang berunjuk rasa di sebuah taman di Tokyo, Jepang pada Sabtu (9/3) menuntut diakhirinya pengoperasian reaktor nuklir. Mereka juga bersumpah tidak akan pernah menyerah sebelum tuntutannya dituruti.

Para demonstran berkumpul dua hari menjelang peringatan kedua gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret yang membuat reaktor nuklir Fukushima Daichi bocor. Mereka mengatakan tidak akan pernah melupakan bencana nuklir terburuk di dunia dan menyatakan penolakan keras atas keinginan pemerintah untuk memulai kembali program nuklirnya.

"Aku tidak tahu kedepannya seperti apa jika ini masih terus berlanjut. Tampaknya tidak ada harapan. Tetapi jika aku menyerah sekarang, semuanya berakhir. Aku lebih memilih mati untuk bergerak maju,"  kata Akihiro Nakata (47), pemilik sebuah perusahaan konstruksi, sebagaimana dilansir Associated Press (Minggu, 10/3).


Hingga saat ini baru dua reaktor dari total 50 reaktor nuklir Jepang yang sudah beroperasi sejak bencana terjadi.

Bocornya reaktor nuklir tersebut telah menimbulkan radiasi yang menyebar di rumah-rumah dan pertanian di Jepang utara ketika gempa bumi berskala 9.0 Richter mengguncang dan menyebabkan tsunami pada Maret tahun lalu, karena merusakkan sistem pendingin di reaktor nuklir di Fukushima.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya