Berita

Misbakhun Lompat Pagar ke Partai Golkar

JUMAT, 08 MARET 2013 | 14:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politisi muda Muhammad Misbakhun akhirnya memastikan kabar bahwa dirinya telah meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bergabung dengan Partai Golkar.

Penegasan ini disampaikan Misbakhun dalam keterangan yang diterima redaksi Jumat siang (8/3).

"Benar bahwa saya sudah berpamitan dengan Presiden PKS, Ust. Anis Matta dan beberapa pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS. Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika politik yang baik, untuk menjaga hubungan baik dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik, termasuk dengan Bang Fahri Hamzah. Suasana hangat, akrab dan penuh persahabatan terjadi pada saat saya berpamitan. Ada beberapa pesan penting disampaikan Ust. Anis untuk saya," tulis Misbakhun.


Dia mengatakan bahwa dirinay tidak mempunyai masalah apapun dengan PKS. Misbakhun mengucapkan terima kasih karena selama ini dirinya dibesarkan PKS dan berahrap agar hubungan baik selama ini dengan partai itu akan terus terjaga selama hayat di kandung badan.

"Kita saling berdo'a dan berjuang untuk kebaikan bangsa dan negara walaupun dari partai yang berbeda," kata dia lagi.

Misbakhun juga menegaskan bahwa kepindahannya ke Partai Golongan Karya adalah pilihan politik pribadi dengan banyak pertimbangan dan alasan. Misbakhun juga sudah mengikuti proses orientasi sebagai fungsionaris Partai Golkar.

Bagi saya, pengabdian untuk masyarakat bisa melalui banyak cara dan jalan. Begitu juga atas pilihan melalui partai politik mana yang harus saya pilih untuk melakukan tugas pengabdian ke masyarakat tersebut. Pilihan saya untuk saat ini dan ke depan adalah melalui Partai Golkar.

"Dalam sejarah politik Indonesia, Partai Golkar sudah mempunyai sejarah panjang pengabdiannya bagi bangsa Indonesia dan sudah teruji secara struktural di masyarakat. Saya ingin menjadi bagian dari sejarah cemerlang Partai Golkar dimasa yang akan datang untuk membangun bangsa dan negara," demikian Misbakhun. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya