Berita

ilustrasi/ist

Inilah "Pandu Lima", Capres-Cawapres Alternatif Versi The President Center

JUMAT, 08 MARET 2013 | 12:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

The President Center telah menginventarisir sejumlah tokoh yang dinilai pantas didaulat sebagai calon presiden dan wakil presiden alternatif. Dari sekian banyak tokoh yang dinilai, ada lima tokoh teratas di dalam daftar lembaga yang dipimpin Didied Maheswara.

Kelima tokoh alternatif itu disebut sebagai Pandu Lima.

Kepada wartawan di gedung DPR RI siang ini (Jumat, 8/3), Didied mengatakan, upaya The President Center memperkenalkan kelompok Pandu Lima adalah bagian dari pendidikan politik. Jangan sampai wacana pemimpin nasional didominasi oleh partai politik dan melahirkan pemimpin yang tersandera oleh banyak kepentingan pragmatis yang anti pada kepentingan nasional.


Kelima tokoh yang masuk dalam kelompok Pandu Lima itu adalah Prof. Mahfud MD, Joko Widodo, Dr. Rizal Ramli, Dr. Laode Ida, dan Khofifah Indar Parawansa.

"Masing-masing tokoh ini tentu memilik nilai plus dan minus. Tapi parameter kami adalah integritas, kompetensi, dan track record. Terutama bebas dari KKN," ujar Didied.

Menurut Didied, Mahfud MD yang merupakan pakar hukum diharapkan memecah kebekuan hukum di negeri ini. Sementara Joko Widodo dinilai sebagai tokoh yang sederhana dengan karakter alamiah.

Adapun Dr. Rizal Ramli adalah ekonom pro rakyat miskin yang konsisten, berani, berpengalaman, serta memiliki pengaruh dan jaringan internasional yang luas. Saat ini Rizal Ramli sedang berada di New York untuk mengikuti pertemuan Panel Ahli PBB.

Lalu, Laode Ida yang adalah Wakil Ketua DPD RI dinilai sebagai tokoh muda dari kawasan timur Indonesia yang cukup konsisten menyuarakan berbagai persoalan daerah. Sementara Khofifah Indar Parawansa adalah tokoh wanita yang berwawasan luas dan memiliki kepribadian unggul. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya