Berita

wawan purwanto/ist

Politik

Pengamat Intelijen: SBY Mencoba Munculkan Noda Lawan Politik

MINGGU, 03 MARET 2013 | 22:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden SBY menuding ada kelompok tertentu yang berencana mengganggu stabilitas politik dalam negeri. Dari laporan intelijen, SBY menyatakan di tahun ini akan ramai isu-isu yang memojokkan dan mengganggu pemerintahannya. Pernyataan ini dinilai wajar.

Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai, tahun 2013, sebagaimana dipopulerkan SBY, merupakan tahun politik. Situasi politik di tahun 2013 akan memanas. Berbagai intrik akan muncul jelang pemilu 2014 dihelat.

"Menjelang 2014 intrik-intrik politik makin kencang. Pernyataan SBY itu wajar-wajar saja dan bukan masalah," kata Wawan kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (3/3).


Wawan menjelaskan bukan masalah Presiden SBY menyampaikan laporan intelijen ke publik. Presiden merupakan user dari intelijen negara. Data-data intelijen mau diapakan oleh presiden tidaklah masalah.

"Itu bagian dari komunikasi presiden kepada rakyat," katanya.

Dalam situasi tahun politik, menurut Wawan, pernyataan SBY ini bisa dipahami sebagai bagian dari intrik politik. Di tengah meningkatnya situasi politik belakangan ini, lewat pernyataannya itu SBY ingin berupaya membangkitkan sentimen atau citra positif. SBY berupaya mencari simpati dan dukungan masyarakat dengan memunculkan stigma (noda) dan kekurangan-kekurangan dari lawan pemerintah.

"Imbauan SBY agar semua pihak tetap berada dalam koridor demokrasi tepat dan memang harus dihindari. Menumbangkan rezim dengan upaya minor di tengah jalan, kudeta atau impeachment, tidak mendidik dan akan berakibat buruk. Cara-cara seperti ini melahirkan balas dendam," katanya.

Wawan menilai, kasus pajak Cikeas, bocornya Sprindik Anas, Lapindo dan kasus Century yang mulai diangkat-angkat lagi ke permukaan mentriger atau mengaktifkan alarm meningkatnya suhu politik 2013.

"SBY sadar lawan politiknya punya media, bisa menggerakkan demo, membentuk opini dan pencitraan negatif. Dalam konteks inilah pernyataan SBY bisa dipahami," demikian Wawan.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya