Berita

Politik

SBY Panik dan Makin Tersudut

MINGGU, 03 MARET 2013 | 16:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang panik akibat situasi politik terakhir yang makin menyudutkan pemerintahan dan Cikeas. Hal ini disampaikan aktivis Petisi 28, Haris Rusli Moti, menanggapi pengakuan SBY bahwa dia mendapat informasi dari pihak intelijen ada kelompok tertentu ingin membuat negara gonjang-ganjing.

SBY menyampaikan hal itu tadi pagi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, beberapa saat sebelum terbang ke Jerman.

Menurut Haris, setidaknya ada tiga penyebab SBY panik dan tersudut. Setelah menyatakan mundur dari ketua umum Demokrat, Anas menguliti borok "dapur" Cikeas. Anas yang cukup tahu persis "dapur" kejahatan Cikeas sedikit-sedikit menguliti dan menyampaikannya ke publik. SBY terancam dengan langkah Anas.


"Ke dua, ada kencederungan konsolidasi di tingkat elit politik yang gerah melihat kerakusan dan berbagai kejahatan SBY makin meningkat. Kekuatan opsisi mulai menunjukkan tanda-tanda bersatu, bersama-sama memukul SBY," ungkap Haris kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Minggu (3/2).

Terakhir, fakta bahwa kemarahan dan kebencian terhadap SBY sekarang ini mencapai puncaknya. Terbentuk konsolidasi baik di tingkat mahasiswa maupun elemen masyarakat untuk merobohkan sekaligus mengadili SBY, keluarga dan para menterinya yang dengan kasat mata melakukan kejahatan.

"Pernyataan itu menunjukkan SBY seperti bukan seorang presiden. Seperti dulu-dulu, SBY mengeluh, berkeluh kesah dengan masalahnya sendiri," kata dia.

Dia mengatakan SBY berlebihan dengan mengatakan pernyataannya berdasarkan informasi dari intelijen. Toh gerakan menjatuhkan SBY bukanlah gerakan rahasia. Selama ini gerakan menjatuhkan SBY dilakukan terang-terangan oleh kalangan oposisi non parlemen. Hal ini dilakukan melalui spanduk, pamflet. Bahkan media juag selalu memberitakan tuntutan agar SBY mundur karena dia telah berkhianat dan orang-orang dilingkaran kekuasaan, termasuk Cikeas, terlibat korupsi.

"Bahkan kami di Majelis Kedaulatan Indonesia sudah mengulimatum SBY mengundurkan diri sebelum 24 Maret 2013," kata Haris. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya