Berita

HAJRIYANTO T TOHARI/IST

Politik

Waka MPR Usulkan Caleg dari Jalur Independen

KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 17:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari mengatakan, perlu ada aturan yang memperbolehkan calon legislatif dari jalur independen.

Hal ini mengingat masih minimnya anak terbaik bangsa masuk partai politik. Menurutnya, banyak anggota DPR saat ini  tidak memiliki tendensi jiwa dan etos parlementarisme yang baik.

"Sekarang ini, para politisi yang masuk DPR tidak memiliki etos dan pemahaman apa itu parlementarisme atau pemahamannya sangat terbatas," ujar Hajriyanto dalam diskusi "Politisi Loncat Pagar, Kinerja Legislasi Kedodoran" di ruang wartawan Nusantara III DPR, Kamis (21/2).


Namun, kata dia, jika aturan jalur independen pun tak menghasilkan legislator yang berkualitas maka sebaiknya dikembalikan lagi ke parpol.

"Toh nanti loyo lagi dan membele, maka akan kembali lagi pada partai," ungkapnya dengan ketawa.

Ia menyadari citra DPR saat ini di mata publik semakin anjlok. Sebetulnya itu terjadi lantaran banyak legislator di DPR tidak memahami tugasnya terutama di bidang legislasi.

"Periode 2004-2009 beberapa kali saya memimpin Pansus, itu yang bicara (aktif) hanya 10-12 orang dari 50 anggota Pansus. Dan saya rasa sekarang ini semakin menurun, ya di bawah 10 orang lah," bebernya.

Tidak hanya itu, Hajriyanto juga mengkritisi jumlah anggota DPR yang kini mencapai 560 orang. Ia menilai jumlah itu terlalu banyak.

"Sekitar 300 saja, yang diperbanyak itu stafnya saja sekitar 20 orang," sebutnya. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya