Berita

Nusantara

Gamawan Fauzi: Masalahnya Jokowi Izin Sehari Sebelum Kampanye

SELASA, 19 FEBRUARI 2013 | 21:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Larangan Joko Widodo kampanye pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki sepenuhnya kewenangan panitia pengawas pemilu (Panwaslu), bukan menjadi urusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kewenangan Kemendagri hanya memberi izin cuti atau tidak," ujar Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi saat dihubungi wartawan, Selasa (19/2).

Gamawan mengatakan banyak kalangan yang keliru menanggapi kampanye Gubernur DKI Joko Widodo untuk pasangan Rieke dan Teten yang diusung PDI perjuangan di Pilgub Jawa Barat beberapa hari lalu, karena tidak membaca UU atau Peraturan Pemerintah secara utuh.


"Mestinya kepada kita ditanya apakah izin cuti kampanye Jokowi sudah terbit atau belum? Kalau itu yang ditanya maka kita jawab belum, karena menurut aturan izin itu diajukan selambat-lambatnya 12 hari sebelum kampanye dilakukan. Sedangkan izin Jokowi diajukan Jumat lalu dan kampanyenya sehari setelah itu atau Sabtu," beber mantan Gubernur Sumatera Barat ini.

Adapun mengenai larangan untuk tidak kampanye atau pertimbangan kampanye yang dilakukan Jokowi di hari libur bukan kewenangan Kemendagri.

"(Kalau saol sanksi) belum keluar, sanksinya bukan kita Kemendagri, tapi Panwaslu dan KPU," pungkas Bupati Solok dua periode ini. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya