Berita

Soal Nomor Urut, Partai Kabah juga Ingin Nomor 5 agar Sesuai Rukun Islam

SENIN, 14 JANUARI 2013 | 10:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

PPP juga berharap mendapatkan nomor urut ganjil dalam pencabutan nomor urut peserta pemili 2014 yang digelar siang ini pukul 14.00 WIB di Gedung KPU jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat (Senin, 14/1).

"Harapan kami nomer 1, 5 atau 9," ungkap M. Romahurmuziy Sekjen DPP PPP Senin (14/1).

Menurut Romi, panggilan akrabnya, nomor parpol peserta Pemilu sangat penting. Karena hal itu menjadi awal sosialisasi kampanye. Sacara alamiah, nomor urut 1 akan memudahkan dipilih. Meski ini bukan jaminan.

"Karena pada Pemilu 2009, partai dengan nomor urut 1 (Hanura) tidak terlalu memetik keuntungan dari nomor mereka. PPP sendiri berharap dapat nomor 1, sehingga lebih mudah untuk disosialisasikan," beber ketua Komisi IV DPR ini.

Kalaupun tidak nomor 1, PPP berharap mendapatkan nomor 5, dengan alasan sesuai banyaknya Rukun Islam, atau 9 sesuai dengan jumlah panutan dalam sejarah Ahlussunnah Wal jama'ah (Aswaja) yang menjadi warna PPP. Sembilan itu akumulasi dari 1 Nabi Muhammad, 4 Khulafaur Rasyidin (4), serta 4 Imam Madzhab.

"Namun akhirnya, seperti kata Shakespeare "what is in a name." Maka "what is in a number", PPP tetap menerima berapapun nomor urut yang nanti akan tercabut," pungkasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya