Berita

Tiga Kementerian dan Katahati Institue Gelar Pendidikan Berbasis Hati Nurani

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 08:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Katahati Institute menggelar simposium Pendidikan Berbasis Kesadaran Hati Nurani Bangsa.

Sekitar 3.000 ribu guru se-Jakarta diikutsertakan dalam rangkaian kegiatan bertema Indonesia kembali belajar dan mengajar dengan hati tersebut.

Kegiatan ini berkaitan dengan masalah pendidikan yang tengah terjadi saat ini, diantaranya kekerasan antar pelajar yang dikenal dengan istilah tawuran.

"Tujuan penataran ini adalah meningkatkan pemahaman dan sosialisasi strategi dunia pendidikan untuk mengembangkan metode Pendidikan Berbasis Kesadaran Hati Nurani Bangsa," kata Erbe Sentanu, Pendiri Katahati Institute.

Dilanjutkan Erbe, kegiatan ini juga tercetus karena perlunya pendidikan yang bukan saja sanggup mencetak generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga pendidikan yang bersemangat menghasilkan manusia yang sadar dan berbudaya.

Seminar dengan konsep diskusi secara interaktif ini, selain  menghadirkan Erbe Sentanu pendiri Katahati Institute yang merupakan pencetus Pendidikan Berbasis Kesadaran Hati Nurani Bangsa, juga menghadirkan Muhammad Jusuf Kalla Bapak Presiden Palang Merah Indonesia,dan Joko Widodo Gubernur Dki Jakarta terpilih.

Selain digelar di Jakarta, rencananya Pendidikan Berbasis Kesadaran Hati Nurani Bangsa ini digelar di berbagai provinsi di Indonesia.‪ [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya