Berita

tifatul sembiring

Menteri Tifatul Sembiring Perlu Jelaskan Proyek SIMMLK Senilai Rp 240 M yang Macet

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 07:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring perlu menjelaskan status proyek SIMMLIK (Sistim Informasi Monitoring dan Manajemen Layanan Internet Kecamatan) senilai Rp. 240 Milliar.

Karena hasil investigasi Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) tidak berjalan bagus. Proyek yang didanai dari USO (Universal Service Obligation) itu memiliki keterkaitan erat dengan proyek Warung Internet Pedesaan (Wardes), PLIK, M-PLIK, NIX, dan lain-lain.

"Jika proyek SIMMLIK dikatakan tidak berjalan sempurna, maka Tifatul wajib memberikan informasi kenapa tidak berjalan yang semestinya sudah harus selesai. Tentu pasti ada yang salah dalam pengelolaan proyek terrsebut yang bisa saja terjadi sejak mulai tender hingga pelaksanaan proyek dilapangan," tegas Presiden LIRA HM. Jusuf Rizal di Jakarta (Kamis, 6/12).

Menurut Jusuf Rizal, SIMMLIK proyek tendernya dimenangkan PT. Sarana Media Semesta (SMS), namun hingga kini proyek tersebut tidak berfungsi dengan benar. Peralatan yang ditempatkan  di Gedung Cyber itu yang diharapkan menjadi "alat monitoring dan manajemen" berbagai proyek terkait pengelolaan internet kecamatan menjadi tidak tercapai.

Kalaupun beroperasi juga tetap bermasalah, karena berbagai proyek yang didanai USO, seperti PLIK dan M-PLIK juga masih bermasalah. Jika Kepala BPTI, H. Santoso mengatakan proyek PLIK atau M-PLIK dinilai sudah tidak ada masalah, barangkali beliau lagi mabuk darat saat memberikan keterangan kepada wartawan, tegas Jusuf Rizal sambil menambahkan para pengamat telematika seperti Onno W. Purbo dan Maswigrantoro menilai  proyek PLIK masih bermasalah.

Sedianya SIMMLIK juga akan turut mensupport proyek penyediaan internet perbatasan yang juga dibutuhkan oleh TNI dan Polri agar keberadaannya dapat dimanfaatkan secara integrated untuk memantau daerah perbatasan. Tapi karena SIMMLIK nya tidak berjalan, maka Menko Info sesungguhnya tidak punya alat kontrol yang valid terhadap hasil pekerjaan perusahaan pelaksana proyek PLIK maupun M-PLIK.

"Jika benar SIMMLIK serta berbagai proyek dengan dana USO trilliunan rupiah tersebut tidak berjalan, maka Dirjen Postel Drs. Syukri Batubara, MH harus ikut bertanggungjawab. Sebab beliau memahami proses, prosedur dan laporan proyek-proyek yang didanai USO," tegas Jusuf Rizal yang menyebutkan telah menurunkan Tim Investigasi untuk memonitor penyelenggaraan PLIK maupun M-PLIK. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya