Berita

ilustrasi

SENGKETA AGRARIA

Ratusan Petani Jambi akan Jalan Kaki ke Istana Negara

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 07:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ratusan petani dari Jambi akan melakukan aksi jalan kaki sejauh 1.000 kilometer dari kampung halaman mereka di Sumatera ke Istana Negara di Jakarta. Aksi ini adalah bagian dari dukungan yang mereka berikan kepada kawan-kawan mereka yang sudah 18 hari berkemah di depan Kantor Kementerian Kehutanan.

Dalam keterangan yang diterima dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi disebutkan bahwa jalan kaki akan dimulai tanggal 12 Desember mendatang dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Ratusan petani itu akan melewati Simpang Tempino, Banyu Lincir, Sei Lilin, Betung, Palembang, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Pesawaran, Bandar Lampung, Kalianda menuju Bakauheni. Selanjutnya menyeberangi Selat Sunda, lantas melintasi Merak Cilegon, Serang, Tangerang, sebelum akhirnya memasuki Jakarta dan berhenti di depan Istana Negara.

Dalam keterangan yang diterima dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi disebutkan bahwa ratusan petani itu membawa empat agenda penting yang harus dilakukan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono.

Keempatnya adalah menegakkan Pasal 33 UUD 1945, melaksanakan UU 5/1960 tentang Pokok-pokok Agraria, mengembalikan tanah Suku Anak Dalam, Petani Mekar Jaya dan Kunangan Jaya II, serta yang terakhir mencopot Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya