Berita

ilustrasi

Pembaca RMOL Pun Bersedia Belikan Tiket Pulang untuk Abraham Samad

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 00:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sikap dan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap megaskandal danatalangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun mengecewakan banyak kalangan.

Komisi yang dipimpin Abraham Samad ini terkesan mencla-mencle atau plintat-plintut, khususnya dalam menyikapi keterlibatan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang kini adalah wakil presiden.

Awalnya dalam pertemuan dengan Tim Pengawas Centurygate DPR RI pekan lalu, Abraham Samad mengatakan pihaknya tidak dapat menyentuh Boediono karena yang bersangkutan adalah warga negara istimewa. Namun sehari kemudian, dia meralat pernyataan itu, dengan mengatakan bahwa Boediono akan diperiksa setelah dua mantan deputi Gubernur BI, yakni BM dan SF diperiksa terlebih dahulu.

Tetapi, surat perintah penyidikan untuk kedua mantan deputi Gubernur BI itu sampai kini belum juga diketik.

Salah seorang Wakil Ketua KPK, Busyro Muqaddas, malah melemparkan bola ke Istana. Siang tadi (Rabu, 5/12), misalnya, dia meminta Presiden SBY segera menandatangani revisi Peraturan Pemerintah 63/2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK.

Jawaban-jawaban yang disampaikan KPK, seperti pernyataan Busyro di atas, lebih tekesan sebagai permainan kata-kata. Itulah sebabnya kini desakan agar KPK bekerja lebih serius lagi menangani Centurygate ini semakin kencang terdengar. Beberapa hari lalu ratusan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar demonstrasi di depan gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Mereka mendesak agar kasus Centurygate segera dituntaskan atau Ketua KPK Abraham Samad angkat kaki dari gedung KPK.

Seorang pembaca Rakyat Merdeka Online tidak mau ketinggalan. Dia bersedia menyediakan tiket untuk Abraham Samad yang dinilainya gagal.

"Saya akan sediakan one way ticket ke Makassar untuk Abraham Samad," ujarnya dalam pesan pendek yang diterima redaksi malam ini.

Pembaca Rakyat Merdeka Online ini adalah satu dari banyak pihak yang kecewa dengan sesumbar KPK, terutama yang kerap disampaikan Ketua KPK Abraham Samad.

Tahun lalu ketika baru terpilih sebagai Ketua KPK, Abraham Samad sesumbar akan membawa perubahan besar di KPK. Dia berjanji akan menyelesaikan kasus besar dalam satu tahun kepemimpinannya di KPK. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya