Berita

Film Produksi MAARIF Institute-SET Workshop Terunggul di Ajang AFI

SENIN, 03 DESEMBER 2012 | 22:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Film "Mata Tertutup" produksi MAARIF Institute dan SET Workshop didaulat sebagai film terunggul atau terbaik tahun 2012 dalam ajang Apresiasi Film Indonesia di Sentul, Bogor (2/12). Keberhasilan meraih kategori bergengsi ini membuat "Mata Tertutup" memborong 5 penghargaan terunggul dari 10 kategori yang diperebutkan, yaitu Sutradara (Garin Nugroho), Pemeran Wanita Utama (Jajang C. Noer), Pengarah Sinematografi (Anggi Frisca "Cumit), dan Pemeran Pria Pendukung (Kukuh Riyadi).

"Ini untuk pertama kalinya Garin mendapatkan apresiasi sebagai sutradara terbaik untuk karya filmnya dari insan Indonesia, bangsanya sendiri", ungkap Arturo GP, asisten sutradara, mewakili Garin saat menerima tropi.

Salah satu pertimbangan dewan juri adalah kemampuan "Mata Tertutup" mengangkat khazanah budaya Nusantara yang dipadukan dengan kekuatan pesan karakter kebangsaan seperti toleransi dan penghargaan terhadap kemajemukan.

"Kami sangat mengapresiasi dewan juri AFI yang memilih "Mata Tertutup" sebagai film terunggul dalam 5 kategori. Ini diluar dugaan kami karena film dibuat dalam kesempitan waktu, keterbatasan dana, dan miskin promosi", tutur Fajar Riza Ul Haq, produser eksekutif "Mata Tertutup".

Menurutnya, apresiasi luar biasa AFI terhadap karya besutan Garin Nugroho ini merupakan dukungan moral terhadap program Toleransi dan Anti Kekerasan (TolAk) yang sedang dilakukan MAARIF Institute melalui produksi film dan pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Saat ini, "Mata Tertutup" sedang melakukan road show pemutaran dan diskusi film di 10 kota di Jawa yang melibatkan partisipasi ribuan pelajar dan mahasiswa.

"Kita berharap akan lebih banyak muncul film-film yang berakar dari realitas sosial-budaya keindonesiaan untuk pendidikan kewargaan, khususnya untuk generasi muda", pungkas Fajar. Garin sendiri menanggapi antusias prestasi filmnya ini.

"Terimakasih atas semuanya, ini kerja keras kita". [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya