Berita

ilustrasi

Sampai Kiamat Pun Sepakbola Indonesia Tak Bisa Maju...

SENIN, 03 DESEMBER 2012 | 16:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Prestasi persepakbolaan Indonesia yang tidak kunjung membaik bahkan malah kian terpuruk menunjukkan kegagalan Menpora, Andi Mallarangeng. Semestinya pemerintah membubarkan dulu PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) baru ditata ulang melihat kisruh yang berkepanjangan serta berdampak pada pengelolaan organisasi tersebut makin rusak.

"Sampai kiamat pun prestasi sepakbola Indonesia tidak akan bisa maju jika PSSI tidak dikelola dengan profesional dan pemerintah tidak bisa mengambil sikap mengatasi kisruh di tubuh organisasi tersebut. Prestasi sepakbola kita sudah terjun bebas. Naturalisasi juga tidak bisa menyelamatkan karena manajemennya sudah rusak," tegas mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, HM. Jusuf Rizal (Senin, 3/12), mengomentari kekalahan Timnas Sepakbola Indonesia di Piala AFF.

Seharusnya, lanjut pria yang sebelumnya turut mencalonkan diri menjadi Ketum PSSI, Menpora berbekal dengan UU Keolahragaan dapat mengambil resiko dengan membekukan kepengurusan PSSI, sekalipun dengan konsekwensi kena sanksi FIFA. Karena dengan prestasi seperti sekarang, Indonesia bermain di luar negeri hanya mempermalukan bangsa.

Lebih baik mundur selangkah, kemudian bentuk Tim Penyelamat PSSI secara transparan bersama dengan "stakeholder" sepakbola. Maka dibentuk pengurus baru PSSI yang telah direformasi, serta bebas dari kepentingan kelompok, akuntabel, profesional, punya kapasitas dan kapabilitas. Jangan seperti sekarang yang tidak ngerti bola mau ng urus bola. Maka pembinaan usia muda, pembibitan dan pemasalan tidak berjalan.

Tidak adanya keberanian Andi Mallarangeng membenahi kisruh PSSI (pecah dengan munculnya KPSI) yang bermuara rendahnya prestasi sepakbola Indonesia, menunjukkan kegagalan dalam membina olahraga sepakbola. Jika Menpora punya ketegasan kisruh ini tidak akan berlarut-larut dan bisa dilakukan pembenahan, kalau saja pada Kongres Nasional Sepakbola di Malang, Mempora benar-benar punya kepedulian besar.

Apakah itu menunjukkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah memilih Menpora? Menurut saya Andi Mallarangeng memang sejak awal tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas. Dunia olahraga tidak menunjukkan prestasi luar biasa. Malah kisruh PSSI tidak bisa diselesaikan. Di sektor pemuda kepengurusan ganda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) juga sejak Andi menjadi Menpora tidak juga selesai.

"Jadi jika prestasi sepakbola mau maju, menurut saya bekukan saja dulu PSSI. PSSI saat ini hanya menjadi tempat kelompok-kelompok kepentingan yang memanfaatkan sepakbola untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, bukan ingin membangun sepakbola yang memiliki prestasi gemilang," tegas Jusuf Rizal, yang memimpin LSM Indonesia Sports Watch (ISW). [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya