ilustrasi
ilustrasi
"Sampai kiamat pun prestasi sepakbola Indonesia tidak akan bisa maju jika PSSI tidak dikelola dengan profesional dan pemerintah tidak bisa mengambil sikap mengatasi kisruh di tubuh organisasi tersebut. Prestasi sepakbola kita sudah terjun bebas. Naturalisasi juga tidak bisa menyelamatkan karena manajemennya sudah rusak," tegas mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, HM. Jusuf Rizal (Senin, 3/12), mengomentari kekalahan Timnas Sepakbola Indonesia di Piala AFF.
Seharusnya, lanjut pria yang sebelumnya turut mencalonkan diri menjadi Ketum PSSI, Menpora berbekal dengan UU Keolahragaan dapat mengambil resiko dengan membekukan kepengurusan PSSI, sekalipun dengan konsekwensi kena sanksi FIFA. Karena dengan prestasi seperti sekarang, Indonesia bermain di luar negeri hanya mempermalukan bangsa.
Lebih baik mundur selangkah, kemudian bentuk Tim Penyelamat PSSI secara transparan bersama dengan "stakeholder" sepakbola. Maka dibentuk pengurus baru PSSI yang telah direformasi, serta bebas dari kepentingan kelompok, akuntabel, profesional, punya kapasitas dan kapabilitas. Jangan seperti sekarang yang tidak ngerti bola mau ng urus bola. Maka pembinaan usia muda, pembibitan dan pemasalan tidak berjalan.
Tidak adanya keberanian Andi Mallarangeng membenahi kisruh PSSI (pecah dengan munculnya KPSI) yang bermuara rendahnya prestasi sepakbola Indonesia, menunjukkan kegagalan dalam membina olahraga sepakbola. Jika Menpora punya ketegasan kisruh ini tidak akan berlarut-larut dan bisa dilakukan pembenahan, kalau saja pada Kongres Nasional Sepakbola di Malang, Mempora benar-benar punya kepedulian besar.
Apakah itu menunjukkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah memilih Menpora? Menurut saya Andi Mallarangeng memang sejak awal tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas. Dunia olahraga tidak menunjukkan prestasi luar biasa. Malah kisruh PSSI tidak bisa diselesaikan. Di sektor pemuda kepengurusan ganda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) juga sejak Andi menjadi Menpora tidak juga selesai.
"Jadi jika prestasi sepakbola mau maju, menurut saya bekukan saja dulu PSSI. PSSI saat ini hanya menjadi tempat kelompok-kelompok kepentingan yang memanfaatkan sepakbola untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, bukan ingin membangun sepakbola yang memiliki prestasi gemilang," tegas Jusuf Rizal, yang memimpin LSM Indonesia Sports Watch (ISW). [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
UPDATE
Rabu, 15 April 2026 | 01:59
Rabu, 15 April 2026 | 01:41
Rabu, 15 April 2026 | 01:13
Rabu, 15 April 2026 | 00:58
Rabu, 15 April 2026 | 00:35
Rabu, 15 April 2026 | 00:06
Selasa, 14 April 2026 | 23:55
Selasa, 14 April 2026 | 23:37
Selasa, 14 April 2026 | 23:12
Selasa, 14 April 2026 | 22:48