Berita

PARTAI NASDEM

Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo Dikabarkan Pecah Kongsi

MINGGU, 02 DESEMBER 2012 | 21:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Nasdem yang dari luar terlihat moncer kini di ambang perpecahan. Duet pengusaha Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo yang menjadi tulang puggung partai itu dikabarkan mulai tidak harmonis. Tak lama lagi keduanya akan pecah kongsi.

Hary Tanoe yang merupakan Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem bahkan dikabarkan sudah mulai mendekati sejumlah partai politik yang seperti Partai Nasdem sedang menjalani proses verifikasi faktual untuk menjadi peserta Pemilu 2014.

"Hary Tanoe sudah kesini. Tidak usah kaget kalau nanti dia bergabung bersama kami," ujar salah seorang petinggi partai yang dikabarkan tengah didekati Hary Tanoe.

Di sisi lain, sang Ketua Majelis Tinggi Surya Paloh juga mulai kerap terlibat pembicaraan dengan berbagai pihak mengenai beberapa skenario politik yang akan ditempuh Partai Nasdem yang didirikannya itu. Termasuk, tentu saja, soal calon presiden. Surya Paloh disebutkan tidak begitu yakin dirinya bisa dan mampu menduduki posisi itu. Ia tengah mencari-cari figur lain yang pantas didukung, atau mau berpasangan dengan dirinya bila kelak suara Partai Nasdem cukup signifikan.

Kabar yang berkembang juga menyebutkan akar perpecahan itu karena Surya Paloh merasa dirinya disaingi oleh Hary Tanoesoedibjo. Disebutkan, Hary adalah pihak yang menanggung semua atau setidaknya sebagian besar kebutuhan biaya operasional Partai Nasdem. Dengan sendirinya semakin banyak pengurus partai yang lebih loyal pada Hary Tanoesoedibjo daripada Surya Paloh.

Spekulasi lain yang berkembang mengatakan, keinginan Surya Paloh mengambil alih tongkat komando operasional partai dari Ketua Umum Partrice Rio Capella pun didorong kekhawatiran bahwa bila dibiarkan klik Hary Tanoesoedibjo akan semakin berkuasa.

Bagaimana tanggapan petinggi Nasdem mengenai kabar perpecahan ini?

Kita akan simak tak lama lagi. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya