Berita

adhie massardi

Orang Istana: Drama Sutan Bhatoegana adalah Pendidikan Politik yang Baik

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 21:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Drama Sutan Bhatoegana yang akhirnya meminta maaf kepada keluarga Abdurrahman Wahid menambah kekayaan pendidikan etika dalam berpolitik. Begitu antara pelajaran yang dipetik Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono.

Heru tidak mengikuti langsung dialog panas antara Sutan Bhatoegana dan mantan jurbicara presiden, Adhie Massardi di gedung DPD RI yang akhirnya melahirkan polemik itu. Tetapi dia percaya bahwa reaksi Sutan Bhatoegana jadi demikian karena Adhie Massardi memfitnah Presiden SBY dengan mengatakan bahwa gelar kehormatan dari Ratu Inggris didapat karena SBY menyerahkan LNG Tangguh kepada Inggris. Juga karena Adhie Massardi mengatakan bahwa pembubaran BP Migas merupakan bukti bahwa selama ini SBY melindungi koruptor dan mafia migas.

"Kalau pernyataan-pernyataan AM (Adhie Massardi) benar seperti itu, adalah sebuah perbuatan gegabah yang sepantasnya dimintakan pertanggung jawabannya. Persoalannya sekarang sosok seperti AM ini terbiasa untuk berani mempertanggung jawabkan perkataannya atau tidak. Apakah AM tidak sebaiknya bertanya mengapa, kepada siapa saja yang dulu membentuk dan menyetujui melahirkan BP Migas?" ujar Heru Lelono.

Dia juga menyarankan Adhie Massardi bertanya langsung kepada Ratu Inggris, apakah benar SBY meminta gelar kehormatan itu. Dia menegaskan, inisiatif pemberian gelar itu datang dari Ratu Inggris.

"Bertanya langsung seperti ini jauh lebih kesatria, daripada bicara menuduh tanpa bisa dibuktikan. Sutan Bhatoegana dengan segala khilaf karena terbakar emosi dengan berani bersedia meminta maaf kepada keluarga Presiden Abdurahman Wahid. Sebuah tindakan kesatria," kata dia lagi.

Heru menambahkan dirinya menunggu sikap ksatria Adhie Massardi untuk menyampaikan permintaan maaf kepada SBY.

"Indonesia memerlukan semakin banyak komponen yang jujur, yang ksatria. Indonesia tidak membutuhkan komponen bangsa yang hanya mengumbar permusuhan diantara anak bangsa. Drama ini adalah tambahan pendidikan berpolitik yang baik," demikian. Heru Lelono. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya