Berita

joko widodo/ist

Program ERP Jokowi dari Sisi Keadilan Tidak Benar

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 09:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penerapan sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) yang terburu-buru dikhawatirkan akan menjadi penyebab baru masalah kemacetan di DKI Jakarta. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diminta agar ekstra hati-hati dan bekerja keras untuk mensosialisasikan program ini.

Jokowi telah menyatakan bahwa sistem ERP akan segera diberlakukan awal 2013 mendatang. Dan saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan survei untuk memutuskan pada ruas jalan mana saja sistem ini akan digunakan.

"Rencana bikin ERP tidak membantu mengurangi kemacetan, dan dari sisi keadilan itu juga tidak benar. Dengan program itu hanya orang-orang kaya saja yang berpeluang menggunakan jalan raya di Jakarta."

Begitu antara lain kritik yang disampaikan pengamat politik Saleh Daulay Partaonan menyikapi keinginan Jokowi menerapkan ERP.

Menurut alumnus Colorado States University ini, sebaiknya ERP diberlakukan setelah sistem Mass Rapid Transportation (MRT) dikerjakan dan dapat dengan efektif menekan kemacetan. Tetapi seperti ama diketahui proyek MRT juga masih dalam tahap pembicaraan.

"Sebagai gubernur baru, sebaiknya Jokowi mempelajari secara serius seluruh rencana penanggulangan kemacetan di Jakarta. Bila salah memilih langkah, dikhawatirkan akan berimplikasi pada program-program berikutnya," ujar Saleh lagi.

"Penyelesaian masalah kemacetan di Jakarta tidak boleh parsial, tetapi harus holistik," tambah dia. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya