Berita

razman arif nasution

Hasil Survei LSI Dipertanyakan

JUMAT, 30 NOVEMBER 2012 | 17:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Beberapa kesimpulan survei opinion leader Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait calon presiden 2014 yang dirilis Rabu kemarin dipertanyakan.

"Saya mengamati apa yang dilakukan LSI ini sesuatu yang baik. Tapi, dari figur-figur yang dinilai lulus atau mendapat scoring di atas 60, ada yang perlu dikritisi," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Constitutional Watch (Icon) Razman Arif Nasution kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 30/11).

Misalnya, Razman mempertanyakan kenapa tokoh yang selama ini dikenal tidak berpikiran plural,  tapi mendapat scoring di atas 60 untuk kategori mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan.

"Jadi ada pertanyaan saya disitu. Seorang figur yang mengusung salah satu agama dalam misi politknya dikategorikan sebagai orang yang berpikiran heterogen," ungkapnya tanpa mau merinci siapa tokoh tersebut.

Sebaliknya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dinilai tidak lolos dalam kategori tersebut. Menurutnya, untuk kategori itu, Aburizal Bakrie mestinya lolos atau mendapat nilai di atas 60. "Wong partainya saja (Golkar) heterogen kok," ungkap bekas anggota DPRD dua periode di Sumatera Utara ini.

Razman juga tidak tahu apakah kriteria yang digunakan para responden dalam menilai seseorang mampu memimpin negara dan pemerintahan. Dia menyontohkan, sosok Sri Mulyani, yang dalam dalam kategori itu berada di urutan ketiga dengan nilai 71. Karena menurutnya, mantan Menteri Keuangan ini juga bermasalah saat duduk di pemerintahan. Dan sampai sekarang disebut-sebut terlibat dalam kasus bailout Bank Century.

Karena itu, supaya tidak menimbulkan kecurigaan, menurut Razman, sebaiknya dibuka identitas semua responden LSI tersebut. Karena, dari 223 opinion leader yang digunakan LSI sebagai responden, hanya 178 orang yang bersedia dipublikasikan namanya.

"Tolong disebutkan semuanya. Supaya tidak ada kecurigaan. Kredibilitas profesor juga kan ada yang dipertanyakan. LSI jangan sampai seperti lembaga-lembaga survei yang lain, kerap tidak sesuai dengan kenyataan," katanya mengingatkan.

Tapi yang jelas, sambung Razman menambahkan, sampai saat ini hanya quick count atau hitung cepat, produk lembaga survei yang dapat dipertanggungjawabkan. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya