Berita

iberamsjah

Prof. Iberamsyah: Partai Jangan Kebakaran Jenggot Jagonya Disebut Tak Layak Nyapres

JUMAT, 30 NOVEMBER 2012 | 09:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai politisi jangan sampai kebakaran jenggot menanggapi hasil survei Lembaga Survei Indonesia yang dirilis kemarin. Karena memang, saat ini mayoritas masyarakat tidak percaya pada partai politik dan figur-figur yang digadang-gadang untuk maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Demikian dikatakan Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 30/11).

"Kalau sekarang partai politik tidak dipercaya itu benar.  Jadi bukan mengada-ada. Hasil survei LSI itu bagus sekali. yang ditanya adalah orang yang mengetahui masalah. Dan mereka itulah yang diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat," jelasnya.

"Apalagi di kalangan kampus. Kalau ditanya 100 orang, paling satu dua orang yang percaya partai," sambungnya.

Responden LSI adalah 223 opinion leader alias tokoh pembentuk opini. Para opinion leader ini diminta memberikan penilaian terhadap 24 tokoh yang dianggap potensial nyapres di 2014 dengan skor 1-100.

Dari survei itu disebutkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbanigrum, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum DPP PPP Suryadarma Ali, mantan gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar tidak layak mencalonkan diri.

"Salahnya dia kenapa tidak membenah diri. Harus memperbaiki kinerja dekat dan memperjuangkan nasib rakyat. Jangan seperti sekarang tahunya korupsi, jadi calo proyek. Itu semua yang dibenci rakyat," tandas Iberamsyah. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya