Berita

akbar tanjung

Akbar Tanjung: Aburizal Bakrie harus Lebih Responsif

JUMAT, 30 NOVEMBER 2012 | 07:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Golkar akan menjadikan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia Rabu kemarin sebagai alat peringatan. Diharapkan, Golkar dan terutama Sang Ketua Umum Aburizal Bakrie semakin gencar tampil di tengah masyarakat.

"Ya, tentu itu semacam mengingatkan Partai Golkar dan termasuk Saudara Aburizal Bakrie bahwa ke depan tentu diharapkan lebih responsif dalam merespons isu-isu nasional yang jadi perhatian masyarakat," jelas Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Karena memang, sambung Akbar, penilaian terhadap seserang adalah bagaimana kepekaan dan konsen dia terhadap masalah atau isu yang menjadi perhatian masyakat. Juga tentu masyarakat menilai bagaimana rekam jejak orang tersebut.

"Itu juga akan menentukan persepsi publik kepada yang bersangkutan. Prestasi dalam memimpin organisasi atau mungkin juga satu entitas usaha atau badan usaha. Bisa juga itu satu alat untuk menilai, mengukur keberhasilan seseorang," imbuh Akbar.

Dalam survei opinion leader LSI, dimana respondennya sebanyak 223 para tokoh pembentuk opini, nama Aburizal Bakrie tidak muncul. Nama Aburizal sebenarnya masuk dalam survei. Namun saat scoring, dia dapat nilai kecil, di bawah 60, sehingga tidak muncul. Survei opinion leader ini bukan untuk mengetahui elektabilitas calon, tapi hanya untuk mengetahui kualitas tokoh-tokoh.

Tapi masih ada waktu 1,5 tahun lagi bagi Golkar dan Aburizal untuk menunjukkan kemasyarakat bahwa dirinya mampu dan layak untuk menjadi presiden. "Waktu masih panjang. Masih ada dua tahun lagi. Paling tidak 1,5 tahun. Waktu yang panjang ini dijadikan sebagai peluang untuk menaikkan citra atau elektabilitas seseorang," demikian Akbar. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya