Berita

akbar tanjung

CAPRES GOLKAR

Akbar Tanjung Sarankan Aburizal Bakrie Bicara Hati ke Hati dengan Jusuf Kalla

KAMIS, 29 NOVEMBER 2012 | 15:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia yang menempatkan Jusuf Kalla sebagai sosok yang paling mampu memimpin negara dan pemerintahan adalah hal yang wajar. Karena JK sudah pernah duduk di pemerintahan.

"Bisa saja. Mungkin saja karena dia kan pernah jadi Wakil Presiden. Pada waktu jadi wakil presiden, mungkin banyak langkah yang diambil. Menurut publik (itu) langkah yang tepat. Itu bisa jadi satu penilaian kepada kepemimpinan seseorang," jelas mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 29/11).

Kalau JK ingin maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang dan mempunyai kendaraan, kata Akbar, Golkar tidak bisa melarang. Karena itu adalah hak setiap warga negara.

Tapi bukankah kader Golkar sebelumnya diultimatum untuk mendukung Aburizal Bakrie sebagai capres?

"Ya, kita sih dukung Ical. Tapi kan tidak semua orang juga punya pandangan yang sama. Jadi mau diapakan. Apalagi Pak JK pernah jadi Ketua Umum Golkar, pernah jadi Wakil Presiden," jawab Akbar.

Meski begitu, Aburizal Bakrie disarankan untuk bicara hati ke hati dengan Jusuf Kalla. "Ya paling-paling kalau mau barang kali, Pak Ical bertemu Pak JK kemudian bertukar pikiran hati ke hati. Barang kali ada titik-titik temu," ungkapnya.

Maksudnya, titik temunya agar JK mendukung Aburizal?

"Ya titik temunya apa, ya tergantung di pembicaraan itulah," jawabnya diplomatis. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya