Berita

pramono anung

Pramono: Masyarakat Butuh Lemsaneg untuk Mengamankan Informasi Publik

RABU, 28 NOVEMBER 2012 | 08:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menganggap perlu adanya lembaga negara yang mampu mengamankan informasi, baik informasi yang bersifat umum yang diperoleh dari masyarakat atau pejabat negara maupun informasi internal di lingkungan DPR yang termasuk dalam kategori terbatas atau rahasia.

Hal tersebut diperlukan dalam era keterbukaan informasi, dimana hampir seluruh informasi yang ada di internet menjadi milik umum. DPR yang merupakan perwakilan rakyat pun turut menerapkan sistem komunikasi yang terbuka, namun tetap saja ada informasi yang bersifat rahasia dan terbatas di kalangan tertentu.

Pengamanan informasi di lingkungan DPR, menurutnya masih mengalami banyak masalah dan memerlukan pembenahan.

"DPR sebagai lembaga politik yang di dalamnya terdapat rapat yang tertutup dan terbuka, namun beberapa hal yang menjadi kerahasiaan kurang tersimpan dengan baik dan menyebabkan data mudah diketahui publik," jelas Pramono di Gedung DPR kemarin.

"Tentu ada rapat tertutup mengenai pembahasan intelejen negara, pertahanan negara, kekuatan polisi, dan sejenisnya yang bersifat rahasia. DPR adalah lembaga yang terbiasa dengan proses yang terbuka, sehingga rapat yang tertutup itu saja minimal diketahui oleh 53 anggota komisi 1,” sambung mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Mengingat telah ada Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang berkewajiban menjaga hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan negara dalam arti luas, Pramono melihat perlu dibentuk sinergi antara Lemsaneg dan DPR beserta instansi pemerintah lainnya untuk bekerja sama dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang perlunya pengamanan informasi.

Pram, sapaan akrabnya, mengakui Lemsaneg merupakan bagian dari lembaga publik, namun saat ini banyak orang yang belum mengetahui dan memahami fungsinya. Oleh karena itu, inilah saatnya Lemsaneg tampil dan menyatakan kehadirannya dalam memenuhi kebutuhan negara untuk pengamanan data dan informasi.

"Lemsaneg tidak harus terlalu tertutup. Materi yang dikerjakan memang tertutup, namun ada beberapa hal yang dapat di-sharing untuk diketahui oleh masyarakat. Padahal dengan mengetahui bahwa Lemsaneg turut berperan serta dalam mengamankan masyarakat, maka kepercayaan publik akan tumbuh,” tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya