Berita

surya paloh

Janji Tak Ambil Kursi Ketum Nasdem, Surya Paloh Sekelas Prabowo Subianto

JUMAT, 23 NOVEMBER 2012 | 16:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penegasan Ketua Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem Surya Paloh yang tidak akan mengambil alih kepengurusan partai tersebut diapresiasi. Itu artinya, Surya Paloh tetap menempatkan dirinya di posisi terhormat.

"Bagus. Sudah bagus itu. Dia (tetap) jadi king maker, yang mengarahkan. Sudah bagus itu. Karena seperti Prabowo (Subianto), dia kan tidak jadi Ketua Umum (Gerindra)," ujar pengamat politik Siti Zuhro, (Jumat, 23/11).

Keputusan memberikan tampuk pimpinan Partai Nasdem kepada anak-anak muda sudah tepat.  "Anak-anak muda ini harus diberi tanggung jawab, tidak sekadar nanti jadi pelangkap penderita. Dikasih tugas dan tanggung jawab itu yang penting," jelas peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

Surya Paloh, sambung, Siti akan dicatat sebagai pengusung restorasi kalau berhasil mengaplikasikannya di Partai Nasdem. Karena itu, katanya lagi, kepercayaan kepada para anak muda jangan ditarik lagi. Apalagi mengambil alih itu kurang positif. Karena kesannya ada friksi.

Padahal, yang paling mendesak untuk dilakukan saat ini adalah bagaimana membangun kepercayaan rakyat, membangun partai politik sebagai pilar bangsa. "Sebagai partai baru, meski memang orang-orangnya bukan baru, (Partai Nasdem) harus tampilkan kematangan biar dipilih rakyat. Jangan belum apa-apa sudah menunjukkan konflik," demikian Siti.

Isu Surya Paloh akan mengambil alih pengurus Partai Nasdem dihembuskan sebelumnya Ketua Majelis Pertimbangan Ormas Nasional Demokrat Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto. Karena Patrice Rio Capella dan Ahmad Rofiq yang saat ini menjadi Ketua Umum dan Sekjen Nasdem hanya diberi mandat untuk membentuk partai.

Tapi, Rio dan Rofiq membantah pernyataan mantan KSAL itu.

Nah, Surya Paloh kemarin sudah menegaskan, bahwa ia tidak akan mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem tersebut. "Untuk apa saya ambil alih? Saya kan yang dirikan partai ini kok, ha..ha...,” katanya dalam wawancara dengan Harian Rakyat Merdeka. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya