Berita

boediono

CENTURYGATE

Heru Lelono: Boediono Terlibat Tapi Tidak Bersalah

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono membenarkan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono terlibat dalam mengambil keputusan pemberian penyertaan modal sementara (PMS) kepada Bank Century.

"Namun saya tidak sependapat kalau pak Boediono langsung dikatakan menyeleweng sehingga merugikan uang negara," kata Heru dalam keterangan pers siang ini (Kamis, 22/11).

Hal itu dikatakan Heru menanggapi pernyataan Ketua KPK Abraham Samad bahwa Boediono berperan dalam pemberian FPJP selaku Gubernur BI. FPJP adalah Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang, yaitu kucuran uang yang diberikan kepada bank Century, yang saat itu bermasalah.

Heru sepakat dengan pernyataan Boediono bahwa penyelamatan bank Century di dalam kondisi ekonomi masa itu, terbukti menyelamatkan perekonomian nasional hari ini. Bahwa dengan kebijakan itu kemudian ada yang menyalahgunakan, sepantasnya diusut tuntas secara hukum.

"Apakah Presiden (SBY) sudah mengetahui? Walau di luar negeri, Presiden selalu memantau dan mengetahui segala dinamika didalam negeri," ungkap Heru Lelono.

Diketahui, Presiden SBY tidak sedang berada di dalam negeri saat keputusan penyelamatan Bank Century itu diambil. Saat itu kepala negara sedang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya