ilustrasi
ilustrasi
Demikian disampaikan ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtaya, Serang Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 21/11).
"Kelangkaan tersebut saya pastikan fenomena ekonomi jangka pendek yang dipengaruhi oleh fakta adanya masalah dalam supply daging dalam negeri, yakni dikuasainya supply dan distribusi daging oleh kelompok usaha tertentu. Pemain utamanya hanya segelintir pengusaha daging besar," jelasnya.
Dahnil yakin, kelangkaan dan mahalnya harga daging hanya fakta ekonomi jangka pendek. Dalam waktu dekat pasti supply dan harga daging akan kembali normal.
"Pemain-pemain besar pengusaha daging itu tidak mungkin bisa bertahan lama tanpa melakukan aktivitas perdagangannya. Kalau pun tidak, pemain-pemain baru akan masuk ke pasar," imbuh Dahnil.
Jadi, pemerintah tidak boleh gentar menghadapi ancaman para importir daging dan supplier daging besar. Pembatasan kuota impor harus tetap dilakukan untuk menghidupkan industri daging dan peternakan nasional. "Kebijakan pembatasan kuota import daging perlu didukung untuk menstimulus industri daging dan peternakan dalam negeri," ungkap Dahnil. [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
UPDATE
Rabu, 15 April 2026 | 01:59
Rabu, 15 April 2026 | 01:41
Rabu, 15 April 2026 | 01:13
Rabu, 15 April 2026 | 00:58
Rabu, 15 April 2026 | 00:35
Rabu, 15 April 2026 | 00:06
Selasa, 14 April 2026 | 23:55
Selasa, 14 April 2026 | 23:37
Selasa, 14 April 2026 | 23:12
Selasa, 14 April 2026 | 22:48