Berita

ilustrasi/ist

Dunia

KRISIS GAZA

Zulham Effendi Cs: Rakyat Indonesia Harus Boikot Produk Israel

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 23:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Serangan Israel ke pemukiman sipil warga Palestina di Jalur Gaza sejak 26 Oktober lalu jelas merupakan tindakan yang melanggar HAM. Tidak dapat disangkal bahwa serangan itu mengarah pada pencaplokan wilayah negara lain yang berdaulat, pemusnahan etnis dan penjajahan.

Sebagai warga negara Indonesia dan kaum terdidik Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sedunia ikut menentang dan mengecam tindakan brutal itu. Penegasan sikap itu disampaikan Presidium PPI Sedunia yang diterima redaksi malam ini (Selasa, 20/11).

Dalam keterangan yang ditandatangani trio Zulham Effendi, A.R. Boy Berawi, dan Abu Nashr Bukhari disebutkan bahwa berdasarkan rasa kemanusian, keadilan, kesadaran keilmuwan dan sejarah bangsa-bangsa di dunia, PPI Sedunia mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah airnya. Presidium PPI Sedunia juga meminta PBB dan semua pihak ikut serta menghentikan serangan Israel yang biadab. Menurut mereka PBB semestinya telah menjatuhkan sanksi keras pada Israel.

Di sisi lain, PPI Sedunia mendesak pemerintah Indonesia berperan aktif dalam menghentikan serangan Israel, dan seluruh rakyat Indonesia diserukan memboikot segala produk Israel.

Khusus untuk pengguna jejaring media sosial, Presidium PPI Sedunia menyarankan agar menggunakan bendera Palestina sebagai foto profil dan menuliskan "Save Palestine and Pray for Palestine" pada status. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya